Dampak  Corona, Pajak Gaji Karyawan Di Tanggung Pemerintah

Erscharter – Dampak  Corona, Pajak Gaji Karyawan Di Tanggung Pemerintah

Dampak  Corona, Pajak Gaji Karyawan Di Tanggung Pemerintah
Dampak  Corona, Pajak Gaji Karyawan Di Tanggung Pemerintah

Penasihat Menteri Koordinator Perekonomian bersaksi Edi mengungkapkan bahwa pemerintah akan segera merilis stimulus dalam dua langkah untuk melawan dampak dari wabah virus Corona atau Covid-19.

Dia mengatakan, pajak oleh insentif pajak yang diberikan oleh pemerintah adalah meningkatkan pajak penghasilan atau pendapatan pajak 21 karyawan.

Baca Juga : 6 tips berbisnis bagi pemula di tahun 2020

“Stimulus dalam bentuk memberikan pajak yang dibayar oleh bagian pemerintah, pajak penghasilan 21, sehingga pekerja akan menerima secara penuh,” kata Edi di Hotel Millennium, Jakarta, Rabu, 11 Maret 2020.

Stimulus itum kata dia, bertujuan untuk meningkatkan aplikasi. Dalam melakukannya, ia berharap perluasan pajak penghasilan 21 dapat meningkatkan atau mempertahankan daya beli.

Kebijakan ini akan berlaku sampai enam bulan ke depan setelah peluncuran.

Kemudian, kata dia, pemerintah juga akan mengeluarkan stimulus di sisi industri. Diharapkan bahwa industri memiliki arus kas yang cukup jika akan memenuhi tawaran itu segera.

Tapi kali ini stimulus masih dalam pembahasan.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati segera mengeluarkan kebijakan untuk pendapatan defer 21. Kali ini, kata dia, dalam hal diskusi teknis di lingkungan Kementerian Keuangan sudah 95 persen.

“Kami telah melihat pengalaman tahun 2008, kami telah menyiapkan mekanisme, menghitung bahwa jika kita memberikan beberapa bulan dan jangkauan apapun seluruh atau ditargetkan sektor yang kita HARUS perhitungan,” kata menteri di Gedung Marie Muhammad pajak Departemen, Selasa, Maret 10, 2020.

Dia mengatakan koordinasi terus menerus dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dan seluruh kabinet, Indonesia ke depan.

Baca Juga : 5 peluang bisnis minuman yang bisa dikerjakan diusia muda mu

“Tidak kurang dari 5 persen dari keputusan waktu yang tersisa dan harus disajikan pertama,” kata menteri keuangan.

Menurut dia, itu adalah stimulus untuk melawan dampak dari virus Corona. Selain itu, permintaan Sri Mulyani untuk skenario tertentu untuk mengusir dampak epidemi dalam jangka pendek dan panjang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *